Tampilkan postingan dengan label 799 PERLINDUNGAN BIOTA LAUT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 799 PERLINDUNGAN BIOTA LAUT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

Penyu Tempayan



Kingdom : Animalia
Sub Kingdom : Metazoa
Phylum Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Sub Class : Anapsida
Ordo : Testudinata
Sub Ordo : Cryptodira,
Family : Cheloniidae,
Genus : Caretta
Spesies : Caretta caretta

Penyu tempayan (Caretta caretta)Disebut dalam bahasa Inggris Loggerhead  sea turtle. Warna karapasnya (cangkang atas) coklat kemerahan, kepalanya yang besar dan paruh yang bertumpuk (overlap) salah satu ciri mengenali penyu tempayan. Disamping itu terdapat lima buah sisik di kepala bagian depan (prefrontal), umumnya terdapat empat pasang sisik coastal. Lima buah sisik vertebral. Plastron (bagian bawah) berwarna coklat muda sampai kuning. Penyu Tempayan ditemukan di Samudera Atlantik, Samudera Pasifik, Samudera Hindia, dan Laut Mediterania. Sebagian besar bertelur di daerah sub-tropis. Kadang-kadang ditemukan di perairan Indonesia namun tidak ditemukan bertelur di sini. Penyu Tempayan jantan mempunyai ekor dibanding penyu tempayan betina. Plastron jantan lebih pendek dari pada betina.
Penyu Tempayan memiliki tingkat reproduksi rendah, betina meletakkan rata-rata empat sarang  telur dan kemudian menjadi diam, tidak memproduksi telur untuk dua sampai tiga tahun.  Penyu Tempayan mencapai kematangan seksual dalam 17-33 tahun dan memiliki umur 47-67 tahun.
Penyu Tempayan termasuk jenis carnivora yang umumnya memakan kerang-kerangan yang hidup di dasar laut seperti kerang remis, mimi dan invertebrata lain. Penyu tempayan memiliki rahang yang sangat kuat untuk menghancurkan kulit kerang.

Kamis, 04 Juli 2013

Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata).




Klasifikasi Penyu Sisik :
Kingdom : Animalia
Sub Kingdom : Metazoa
Phylum  : Chordata,
Subphylum : Verterbrata,
Kelas  : Reptilia,
Ordo : Testudinata,
Sub Ordo :  Cryptodira,
Family  : Cheloniidae,
Genus : Eretmochelys,
Spesies :  Eretmochelys imbricata.




Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Penyu Sisik atau dikenal sebagai Hawksbill turtle karena paruhnya tajam dan menyempit/meruncing dengan rahang yang agak besar mirip paruh burung elang. Demikian pula karena sisiknya yang tumpang tindih/over lapping (imbricate) seperti sisik ikan maka orang menamainya penyu sisik. Ciri-ciri umum adalah warna karapasnya bervariasi kuning, hitam dan coklat bersih, plastron berwarna kekuning-kuningan. Terdapat dua pasang sisik prefrontal. Sisiknya (disebut bekko dalam bahasa Jepang) banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri kerajinan tangan terutama di Jepang untuk membuat pin, sisir, bingkai kacamata dll. Sebagian besar bertelur di pulau-pulau terpencil. Penyu Sisik selalu memilih kawasan pantai yang gelap, sunyi dan berpasir untuk bertelur.Paruh penyu sisik agak runcing sehingga memungkinkan mampu menjangkau makanan yang berada di celah-celah karang seperti sponge dan anemon.
Penyu Sisik termasuk  Carnivore., mereka memakan Mereka juga memakan udang dan cumi-cumi. sponge dan anemone.


 

Selasa, 02 Juli 2013

Penyu Hijau (Chelonia mydas)


Penyu Hijau

Penyu Hijau  (Chelonia mydas) dalam bahasa Inggris disebut Green Turtle. Klasifikasi penyu Hijau :
Kingdom : Animalia.
Sub Kingdom : Metazoa
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Sub Class : Anapsida
Ordo : Testudinata
Sub Ordo : Cryptodira
Family : Chelonidae
Genus : Chelonia
Spesies : Chelonia mydas
Penyu Hijau sangat jarang ditemui di perairan beriklim sedang, tetapi sangat banyak tersebar di wilayah tropis dekat dengan pesisir benua dan sekitar kepulauan. Cangkangnya bulat telur bila dilihat dari atas dan kepalanya relatif kecil dan tumpul. Ukuran panjang adalah antara 80 hingga 150 cm dan beratnya dapat mencapai 132 kg. Dinamai penyu Hijau bukan karena sisiknya berwarna  hijau, tapi warna lemak yang terdapat di bawah sisiknya berwarna hijau. Tubuhnya bisa berwarna abu-abu, kehitam-hitaman atau kecoklat-coklatan. Daging jenis penyu inilah yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Di Indonesia banyak yang mengkonsumsi jenis penyu ini terutama di Bali. Mungkin karena orang memburu dagingnya maka penyu ini kadang-kadang pula disebut penyu daging. 
 
Usia untuk kematangan seksualnya tidaklah pasti: perkiraan saat ini sekitar 45 hingga 50 tahun. Penyu hijau betina bermigrasi dalam wilayah yang luas, antara kawasan mencari makan dan bertelur, tetapi cenderung untuk mengikuti garis pantai dibandingkan menyeberangi lautan terbuka.
Ketika penyu Hijau masih muda mereka makan berbagai jenis biota laut seperti cacing laut, udang remis, rumput laut juga alga. Ketika tubuhnya mencapai ukuran sekitar 20-30 cm, mereka berubah menjadi herbivora dan makanan utamanya adalah rumput laut.

Penyu




Gambar dari www.profauna.org
 Perdagangan ilegal telur penyu di Kalimantan. 

Penyu adalah termasuk binatang laut yang dilindungi. Penyu ditemukan di semua samudera di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman  Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu).
Penyu memiliki sepasang  tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. seumur hidupnya berkelana di dalam air, tetapi  sesekali waktu harus naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Penyu bernapas dengan paru-paru. 

Tukik yang baru menetas dari telurnya


Masa Bertelur
Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 - 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, penyu betina sesekali naik ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.
Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan predator  alaminya seperti kepiting, burung  dan tikus di pantai, serta ikan -ikan besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam.

Tukik sedang menuju ke laut.
Gambar dari : panduwisata.com


Perlindungan Penyu.
Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di  Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.
Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh  undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit.
Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu  hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cenderamata, dagingnya yang lezat dimasak jadi sate penyu berkhasiat untuk obat dan  ramuan kecantikan. Terutama di Tiongkok dan Bali. Meski sudah ada  Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pelestarian Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang melindungi semua jenis penyu, perburuan terhadap  penyu ini terus berlanjut. Untuk mencegah kepunahan penyu, terutama penyu belimbing, beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu.



Tukik dalam penangkaran.
gambar : kabarsore.com

Jenis Penyu.
Di bawah ini jenis penyu yang masih ada di dunia dan dilindungi :
  1. Penyu hijau (Chelonia mydas)
  2. Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)
  3. Penyu lekang kempii (Lepidochelys kempi)
  4. Penyu lekang (Lepidochelys olivachea)
  5. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)
  6. Penyu pipih (Natator depressus)
  7. Penyu tempayan (Caretta caretta)