Tampilkan postingan dengan label 920 Kapal Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 920 Kapal Perang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2013

KRI Yos Sudarso (353)




KRI Yos Sudarso (353) merupakan kapal  perang Perusak Kawal Berpeluru Kendali. Dinamai Yos Sudarso,  mengambil nama salah seorang pahlawan nasional yang gugur di atas KRI Macan Tutul dalam  pertempuran laut Aru pada masa Trikora.
KRI Yos Sudarso merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (F803) yang kemudian dibeli oleh  Indonesia . Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI-AL pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan  Sea Cat.  Penggantian juga dilakukan pada senjata rudal yang semula menggunakan 8x Harpoon Mc Douglas buatan USA diganti dengan C-802 buatan Tiongkok.
Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.
Termasuk dalam kelas Ahmad Yani bersama KRI Yos Sudarso antara lain KRI Ahmad Yani (351), KRI Slamet Riyadi (352), KRI Oswald Siahaan (354), KRI Abdul Halim Perdana Kusuma  (355) dan KRI Karel Satsuit Tubun  (356).
Data Teknis
KRI Yos Sudarso memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh mesin diesel 2 x Caterpillar CAT DITA 3616, Reintjes WAV 1000 P gearboxes dengan kekuatan 16000hp. Repowering mesin penggerak dilakukan oleh PT PAL yang semula menggunakan mesin boiler.
Persenjataan
KRI Yos Sudarso dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan RI. Termasuk diantaranya adalah:
  1. 4 Peluru Kemdali Permukaan-ke-permukaan China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC) C – 802.
  2. 4 Peluru kendali permukaan-ke-udara  Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda.
  3. 1 Meriam OTO-Melara  76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi).
  4. 2 Senapan mesin 12.7mm
  5. 12  Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung).
Sensor dan elektronis
KRI Yos Sudarso diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar  PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

Selasa, 22 Maret 2011

LPD (LANDING PLATFORM DOCK)



Sebuah kapal amphibious transport dock (Ind: dermaga transportasi amfibi), juga disebut landing platform dock (LPD)(Ind: dermaga tempat pendaratan), adalah sebuah kapal perang amfibi, sebuah kapal perang yang menaikkan , mengangkut, unsur-unsur kekuatan pendaratan untuk misi ekspedisi perang. Beberapa angkatan laut saat ini, mengoperasikan kapal semacam ini. Kapal-kapal ini umumnya dirancang untuk mengangkut pasukan ke zona perang melalui laut, terutama dengan menggunakan kapal pendarat, kapal-kapal ini juga memiliki kemampuan untuk mengoperasikan angkutan dengan menggunakan helikopter .
Amphibious Transport Dock (Dermaga transportasi Amphibi) melakukan misi angkutan amfibi, kapal kargo amfibi, dan LPD yang lebih tua menggabungkan dek penerbangan dan sebuah dek kapal yang baik untuk mengurang maupun menambah beban untuk mendukung kapal pendarat atau kendaraan amfibi.

Sumber : Wikipedia.

Rabu, 13 Mei 2009

The Future War Ship ( Kapal Perang Masa Depan)



Kabar dari Washington.
Amerika sekarang sedang membuat kapal perang masa depan. Proyek baru Amerika adalah The Littoral Combat Ship (LCS), yang merupakan proyek pembuatan kapal perang generasi baru. Kapal dengan teknologi canggih, kecil tetapi lincah dengan kecepatan 50 knot untuk menghadapi segala ancaman.
Kapal ini dilengkapi dengan senjata mesin berpeluru kaliber 57 milimeter yang dapat dapat memuntahkan 220 tembakan dalam waktu satu menit, dan dapat menjangkau hingga sembilan mil. Disamping itu ada empat senjata mesin kaliber 12,7 milimeter. Kapal dengan panjang 370 kaki ini juga dilengkapi dengan misil jenis Raytheon SeaRAM. Kapal ini juga bisa membawa dua unit helikopter.


Kapal ini dibuat Lockheed Martin dan General Dynamics dan dikerjakan sejak tahun 2005. Kapal pertama adalah USS Freedom (LCS-1) didisain oleh Lockheed Martin. Kapal tersebut diselesaikan tahun 2008 dan diuji coba pada bulan Januari 2009. Kapal kedua USS Indepence (LCS-2) dikerjakan oleh General Dynamic sejak tahun 2005 dan diperkirakan selesai tahun 2009.
Jika proyek kapal itu tuntas, kapal tersebut digunakan untuk memperkuat kekuatan militer gabungan yang sudah beroperasi di Laut Tengah.

Sumber : Jawa Pos, Selasa, 12 Mei 2009.

Senin, 06 April 2009

Kapal Perang


Kapal Perang adalah kapal laut yang digunakan untuk bertempur. Ukurannya ada berbagai macam, mulai dari kapal patroli sungai yang kecil, fregat, sampai kapal penjelajah dan kapal induk yang sangat besar ukurannya. Kapal induk lazimnya sebagai kapal pembawa bendera angkatan laut negara-negara besar.


Gambar di atas adalah gambar kapal yang digunakan oleh bangsa Viking dalam penyerbuan atau perampokan .
Dahulu kapal sudah digunakan dalam penyerbuan atau perampokan bersenjata. Kita kenal dengan dongengan bangsa Viking yang terkenal dengan sebagai perampok di laut atau perompak. Kapal yang dirancang untuk pertempuran laut besar-besaran untuk pertama kalinya digunakan di Laut Tengah selama abad ke-1 sebelum Masehi. Dan sejak abad ke-16, meriam dipasang baik di kapal dagang maupun di kapal perang,dan kapal dibuat agar dapat memuat sebanyak mungkin meriam yang dipasang berderet di sisinya.
Menjelang akhir tahun 1830-an kapal layar kayu menghadapi ancaman baru : meriam dengan peluru berhulu ledak. Tentu saja kapal kayu tidak dapat menahan serangan peluru jenis ini, sehingga diperlukan dinding pelindung dari logam. Pada tahun 1860 angkatan laut Perancis membuat kapal perang yang dilindungi dengan pelat besi "ironclad" . Kapal pertama Gloire ,kapal uap fregat kayu bermesin uap yang diberi sabuk besi di atas garis permukaan airnya. Kemudian menyusul kapal Inggris "Warrior" yang berbadan besi seluruhnya.

Gambar di samping adalah sebuah kapal sungai yang berlapis metal yang digunakan dalam perang sipil di Amerika.
Pada perang saudara Amerika (1861-1865) kapal besi bertenaga uap bertemu di peperangan untuk pertama kalinya. Pihak Selatan membuat Merrimack dan pihak Utara mebuat Monitor dengan kubah meriam berlapis baja yang dapat berputar. Mereka bertempur di Virginia, saling menyerang dalam jarak dekat selama 2 jam penuh. Keduanya tidak dapat menembus baja kapal musuhnya, dan peperangan berakhir tanpa pemenang.

A. KAPAL PERANG KUNO.
Berita tentang kapal perang yang pertama kalinya adalah berita dari Mesir kuno. Hal itu terlihat pada gambar pertempuran laut di benteng kuil Ramses III di Madinet Habu. Mereka tidak hanya menyerang dengan menabrak kapal musuh, tetapi juga berkelahi satu lawan satu di geladak kapal dan menangkap kapal musuh. Perang laut semacam itu berlangsung sampai kira-kira abad ke ke-19.

gambar di sampin adalah kapal perang galley dari bangsa Phoenicia. bagian depan terbuat dari metal yang keras untuk ditabrakkan kepada kapal musuh.
Bangsa Yunani, bangsa Phoenicia merupakan bangsa yang mempunyai kapal perang yang cepat dan mematikan pada saat itu. Disamping itu ada bangsa Athena dan Sparta yang mempunyai kapal perang yang andal. Mereka masih menggunakan layar dan dayung untuk tenaga pendorongnya.

B. KAPAL PERANG ABAD PERTENGAHAN.
Kapal perang abad pertengahan mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan dua atau tiga geladak,dipersenjatai 100 pucuk meriam atau lebih. Di puncak tiang utama terdapat papan bundar. Tempat ini untuk pos pengamatan dan tempat para penembak jitu.
Meriam, setiap kali ditembakkan harus dibersihkan,kemudian diiisi dan ditembakkan lagi, begitu seterusnya. Sepuluh atau lebih awak kapal dibutuhkan untuk melayani satu meriam.

C. KAPAL PERANG PERANG DUNIA I.
Tahun 1880-an , mesin uap sudah semakin maju, berarti kapal perang tidak membutuhkan lagi tiang dan layar. Kapal perang adalah kapal uap besar, berlapis baja tebal dengan meriam yang kuat dan berjarak tembak jauh. Pelurunya diisikan di bagian laras meriam, sehingga memungkinkan para awak meriam mengisi dan menembakkan meriam dari dalam kubah meriam yang berlapis baja. Pada tahun 1900, ancaman terbesar pada perang baru adalah torpedo yang ditembakkan dari kapal cepat.
Pada tahun 1906 muncul kapal perang Inggris, "Dreadnouhgt" yang mempunyai 10 meriam berat dan dapat bergerak lebih cepat dari kapal perang angkatan laut manapun.

Gambar di samping adalah kapal HMS Dreadnought dari kerajaan Inggris.
Angkatan Laut lainnya mulai membuat kapal serupa, dan pada awal perang Dunia I , Inggris telah membuat 20 kapal jenis kapal "Dreadnought" sedangkan Jerman membuat 14 buah. Kedua armada tempur tersebut hanya beroerang sekali yaitupada pertempuran Jutland tahun 1916, dan hasilnya tidak pasti.