Pantai Watukarung masuk desa Watukarung kecamatan Pringkuku kabupaten Pacitan. Tempat wisata pantai ini pantas dikunjungi karena keindahannya sesudah Pantai Klayar di kecamatan Donorojo. Alamnya hampir menyerupai perairan Raja Ampat di Papua. Di pantai inilah muncul sosok Salini Rengganis yang mengharumkan nama Salini Rengganis sebagai atlit selancar air sebabgai atlit papan atas tingkat nasional.
Menuju ke tempat ini bisa ditempuh dari jalan raya Pacitan Solo melalui desa Dadapan atau dari kota kecamatan Pringkuku menuju desa Dersono akhirnya ke Watukarung. Atau juga bisa masuk dari Pantai Klayar ke arah trimur. Jalannya sudah beraspal halus namun masih sempit. Oleh karena itu harus berhati-hati. Banyak tanjakan dan turunan yang cukup tajam serta jalanya berkelok-kelok.
Kalau anda berkunjung ke Pantai ini jangan lupakan untuk berkunjung ke sebelah timurnya yaitu Pantai Srau yang tidak kalah indahnya.
Tampilkan postingan dengan label 961 WISATA PANTAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 961 WISATA PANTAI. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Mei 2018
Selasa, 18 Juni 2013
Tari Barong dan Keris
Setelah lelah seharian menikmati wisata
pantai di Kuta, Sanur, Tanah Lot tidak
salahlah kalau kita sedikit masuk ke dalam wilayah pulau Bali. Kita akan
disuguhi sebuah tarian yang sangat terkenal sampai ke manca Negara. Apakah itu
? Barong and Kris Dance. Ya, Tari Barong dan Keris.
Saya melihatnya di Jl. Waribang 21,
Kesiman, Denpasar, Bali.
Tarian Barong menggambarkan pertarungan
abadi antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Barong adalah makhluk mithologi
melukiskan “Kebajikan” dan Rangda adalah yang maha dahsyat menggambarkan
“Kebatilan”.
GENDING PEMBUKA
Barong berada didalam hutan kemudian
muncul kera mendekati barong,tak begitu lama datang tiga orang bertopeng yang
menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka
bertemu dengan kera kemudian berkelahi. Saat berkelahi kera berhasil memotong
hidung salah seorang dari mereka.
BABAK PERTAMA
Dua orang penari muncul dengan
tariannya. Mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda yang sedang mencari
pengikut-pengikut Dewi Kunti. Pengikut-pengikut Dewi Kunti tersebut sedang
dalam perjalanan untuk menemui Patihnya.
BABAK KEDUA
Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba
dihadapan Patih. Salah satu pengikut Rangda berubah menjadi setan (Semacam
Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan
mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui Patih dan bersama-sama menghadap
Dewi Kunti.
BABAK KETIGA
BABAK KEEMPAT
Dewa Siwa datang,ia memberikan
keabadian kepada Sahadewa tanpa sepengetahuan Rangda. Tak lama kemudian Rangda
datang untuk membunuh Sahadewa tapi betapa terkejutnya Rangda yang tak berhasil
membunuh Sahadewa yang telah diberi kekebalan yang dianugrahi oleh Dewa Siwa.
Karena putus asa,Rangda menyerah kepada Sahadewa. Dia memohon untuk
diselamatkan agar dapat masuk surga. Permintaan tersebut dipenuhi oleh
Sahadewa. Akhirnya Rangda masuk surga.
BABAK KELIMA
Kalika adalah seorang pengikut Rangda
menghadap Sahadewa. Terjadi perkelahian antara Kalika dan Rangda. Kalika
berubah menjadi “Babi Hutan”. Didalam pertarungan antara tersebut Sahadewa
mendapat kemenangan. Kalika(Babi hutan) tidak putus asa. Dia berubah menjadi
“Burung” tetapi tetap bisa dikalahkan oleh Sahadewa. Dan akhirnya Kalika(Burung)
berubah rupa menjadi Rangda. Kerena Rangda sangat sakti maka Sahadewa berubah
menjadi Barong.
Karena sama-sama sakti pertarungan antara Barong melawan Rangda tersebut tidak ada yang menang. Dengan demikian pertarungan ini berlangsung terus abadi antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Pengikut-pengikut Sahadewa(Barong) dengan membawa keris ikut melawan Rangda. Mereka semua tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda. Karena kagum pada kesaktian Rangda maka pengikut-pengikut Barong menujuk dada mereka dengan keris yang mereka bawa. Pertunjukan diakhiri dengan penujukan keris ke dada tersebut. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa pengikut Barong juga kuat seperti halnya Rangda.
Karena sama-sama sakti pertarungan antara Barong melawan Rangda tersebut tidak ada yang menang. Dengan demikian pertarungan ini berlangsung terus abadi antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Pengikut-pengikut Sahadewa(Barong) dengan membawa keris ikut melawan Rangda. Mereka semua tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda. Karena kagum pada kesaktian Rangda maka pengikut-pengikut Barong menujuk dada mereka dengan keris yang mereka bawa. Pertunjukan diakhiri dengan penujukan keris ke dada tersebut. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa pengikut Barong juga kuat seperti halnya Rangda.
Senin, 17 Juni 2013
Tanah Lot
Tanah Lot adalah sebuah objek
wisata pantai di pulau Bali. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu
besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing
. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot
merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.
Obyek wisata Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri
Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot
terdapat sebuah Pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing
ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan
(melengkung).
Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat
matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari
untuk melihat keindahan sunset di sini.
Sesaji untuk Dewa Laut.
Label:
961 WISATA PANTAI,
Tanah Lot
Pantai Kuta
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata
pantai yang terletak di
sebelah selatan Denpasar, ibukota propinsi Bali. Kuta terletak di Kabupaten Badung. terletak tidak jauh
dari bandara Internasional Ngurah Rai. Daerah ini
merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, yang merupakan objek wisata
andalan Pulau Bali. Pantai Kuta
sering pula disebut sebagai pantai
matahari terbenam (sunset beach).
Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta
menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai
macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran.
Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing),
terutama bagi peselancar pemula.
Suasana di suatu sudut Pantai Kuta.
Langganan:
Postingan (Atom)









