Rabu, 12 Juni 2013

Peluncuran KMP Port Link




Sebuah Kapal Motor Penumpang (KMP) Port Link milik PT ASDP Indonesia Ferry, diluncurkan di lintasan Merak-Bakauheni  Kapal tersebut mampu mengangkut 1.000 penumpang, dengan kecepatan maksimal 19 knot. Kapal dengan berat 12.619 GT ini, mempunyai panjang 122 meter dan lebar 21 meter. 

Pengoperasian kapal berkapasitas besar untuk melayani penyeberangan di Pelabuhan Merak, Banten – Pelabuhan Bakauheni, Lampung, diharapkan mampu  mengatasi penumpukan kendaraan dan kemacetan yang kerap terjadi di Pelabuhan Merak.
Pengoperasian KMP Port Link tersebut secara resmi dilakukan Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan juga dihadir Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Fery Danang Baskoro, Dirut PT Krakatau Steel (KS) Irfan Kamal, Wamen Perhubungan Bambang Susandono, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Muhadi, Wali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi, dan sejumlah pejabat lainnya. 

Dahlan Iskan mengatakan dengan beroperasinya Port Link ini, PT ASDP Indonesia Ferry bisa lebih meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat.

Dirut PT ASDP Danang Baskoro mengatakan, kapal Port Link yang diresmikan ini telah dilengkapi dengan fasilitas premium seperti bar, bioskop, restoran, ruang teknologi informasi dan ruang bermain anak.  Namun, tarif penyeberangan kapal ini tetap seperti kapal roll on –roll off (ro-ro) lainnya. "Untuk tarifnya tetap normal. Tapi kalau mau menikmati fasilitas tadi memang terkena biaya tambahan," kata Danang. 

Dia berharap pada musim mudik Lebaran nanti kehadiran kapal ini bisa membantu mengurai kemacetan. Apalagi Lebaran 2013 ini diprediksi peningkatan penumpang bisa mencapai 7 persen.  

Sementara itu, Manager Operasional ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Nana Sutisna, mengatakan KMP Port Link buatan Inggris tahun 1980 ini, bisa mengangkut sebanyak 260 khusus kendaraan pribadi atau 130 unit kendaraan campuran.

“Dengan adanya kapal ini, dari rata-rata angkut sebanyak 2.800 unit kendaraan per hari akan meningkat hingga 3. 200 per harinya,” ujar Nana.


Selasa, 11 Juni 2013

Ikan Hiu Paus (Rhincodon Typus) Dilindungi.


Menurut Keputusan Mneteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor : 18/KEPMEN-KP/2013 tanggal 20 Mei 2013 menyatakan tentang penetepan status perlindungan penuh terhadap Ikan Hiu Paus (Rhincodon Typus).



DESKRIPSI IKAN HIU PAUS (Rhincodon typus)

A. KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia
Phylum : Chodarta
Kelas : Chondrichtyes
Ordo : Orectolobiformes
Famili : Rhincodontidae
Genus : Rhincodon
Species : Rhincodon typus
Nama Inggris : Whale Shark
Nama Lokal : Hiu Paus, Hiu Bodoh, Hiu Geger Lintang, Hiu Totol, Hiu Bintang, dan Hiu Bingkoh


B. CIRI-CIRI MORFOLOGI
Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus) mempunyai ciri-ciri morfologi sebagai berikut:
1. Memiliki tubuh yang sangat besar, hiu paus dewasa dapat mencapai ukuran panjang hingga 20 (dua puluh) meter;
2. Kepala lebar dan datar, mata kecil, dan mempunyai 5 (lima) celah insang sangat besar;
3. Mulut sangat lebar, dengan posisi yang hampir terminal (di depan kepala);
4. Pangkal ekor pipih dengan keel (tonjolan pada bagian belakang awal sirip ekor/caudal penduncle) di kedua sisinya;
5. Memiliki 2 (dua) sirip punggung dan 2 (dua) sirip dada, cuping sirip ekor bagian atas lebih besar dari cuping sirip ekor bagian bawah; dan
6. Tubuh berwarna abu-abu dengan corak bulatan (totol) dan garis-garis yang berwarna putih/kuning serta memiliki kulit yang tebal dan pada bagian atas sisi tubuhnya terdapat guratan-guratan yang menonjol.


C. KARAKTERISTIK BIOLOGI
Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus) mempunyai karakteristik biologi seperti:
1. Jenis ikan ovovivivar, pada ikan hiu paus betina berukuran besar dapat menghasilkan sekitar 300 (tiga ratus) embrio dan melahirkan sekitar 12 (dua belas) anakan;
2. Pada saat dilahirkan, anakan ikan hiu paus berukuran sekitar 55 (lima puluh lima) centimeter sampai dengan 64 (enam puluh empat) centimeter;
3. Ikan Hiu Paus betina pada umumnya mempunyai ukuran lebih besar dari Ikan Hiu Paus jantan;
4. Ikan Hiu Paus jantan mencapai usia dewasa pada ukuran lebih dari 6 (enam) meter, dan pada Ikan Hiu Paus betina mencapai usia dewasa pada ukuran lebih dari 8 (delapan) meter;
5. Usia dewasa Ikan Hiu Paus umumnya sekitar 25 (dua puluh lima) tahun;
6. Mempunyai pertumbuhan yang lambat dan dapat mencapai usia sekitar 60 (enam puluh) tahun sampai 100 (seratus) tahun;
7. Hidup di perairan hangat (tropis) pada kisaran garis lintang 30o LU sampai dengan 35o LS;
8. Mempunyai kemampuan bermigrasi dan menetap musiman;
9. Merupakan pemakan plankton dan ikan berukuran kecil; dan
10. Selain perbedaan ukuran badan, tidak ada perbedaan ciri signifikan
antara anakan ikan hiu paus dan hiu paus dewasa.

Minggu, 01 Mei 2011

LAMUN

Apakah lamun itu?
Lamun adalah tumbuhan tingkat tinggi (Angiospermae) yang telah beradaptasi untuk dapat hidup terbenam di air laut. Dalam bahasa Inggris disebut seagrass . Istilah seagrass hendaknya jangan dikelirukan dengan seaweed yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai rumput laut yang sebenarnya merupakan tumbuhan tingkat rendah dan dikenal juga sebagai alga laut.
Secara struktural lamun memiliki batang yang terbenam didalam tanah, disebut rhizom atau rimpang. Rimpang dan akar lamun terbenam di dalam substrat yang membuat tumbuhan lamun dapat berdiri cukup kuat menghadapi ombak dan arus.
Lamun memiliki dua bentuk pembungaan, yakni monoecious (dimana bunga jantan dan betina berada pada satu individu) dan dioecious (dimana jantan dan betina berada pada individu yang berbeda). Peyerbukan terjadi melalui media air (penyerbukan hydrophyllous).
Padang lamun adalah ekosistem perairan dangkal yang didominasi oleh lamun. Pada ekosistem ini banyak ragam biota yang hidup berasosiasi dengan lamun.
Mengapa lamun itu penting?
Lamun mempunyai peran penting ditinjau dari beberapa aspek:
• Keanekaragaman hayati: Padang lamun memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Indonesia diperkirakan memiliki 13 jenis lamun. Selain itu padang lamun juga merupakan habitat penting untuk berbagai jenis hewan laut, seperti: ikan, moluska, krustacea, ekinodermata, penyu, dugong, dll.
• Kualitas air: Lamun dapat membantu mempertahankan kualitas air.
• Perlindungan: Lamun dapat mengurangi dampak gelombang pada pantai sehingga dapat membantu menstabilkan garis pantai.
• Ekonomi: Padang lamun menyediakan berbagai sumberdaya yang dapat digunakan untuk menyokong kehidupan masyarakat, seperti untuk makanan, perikanan, bahan baku obat, dan pariwisata.
Apa saja ancaman terhadap lamun?
Seperti ekosistem terumbu karang dan mangrove, padang lamun juga mengalami degradasi lingkungan dan presentasi tutupannya juga terus munurun. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tekanan terhadap padang lamun:
• Perubahan fisik dasar laut, seperti erosi, sedimentasi, dan pelumpuran yang mengurangi wilayah dan kepadatan tutupan padang lamun;
• Kekeruhan yang mempengaruhi kapasitas fotosintesis dan pertumbuhan pada lamun;
• Metode penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti trawl;
• Penangkapan ikan berlebih yang dapat menurunkan tingkat keragaman hayati di ekosistem padang lamun.
Tanpa intervensi yang efektif dan terintegrasi, kecenderungan degradasi pada ekosistem padang lamun dan biota yang berasosiasi dengannya akan terus merosot.
Apa saja akar permasalahan dalam pengelolaan padang lamun?
• Kurangnya pemahaman dan kepedulian masyarakat akan pentingnya ekosistem padang lamun;
• Kondisi kemiskinan masyarakat pesisir;
• Terbatasnya alternatif penghasilan untuk masyarakat lokal;
• Belum adanya pengelolaan padang lamun yang terintegrasi;
• Kelemahan hukum dan upaya penegakannya.
Jenis-jenis Lamun di Indonesia


Cymodocea rotundata
Local: Settu
English: Round tippes seagrass
Salah satu spesies dominan di mintakat intertidal; salah satu spesies pionir;
diketahui sebagai makanan duyung di Kawasan Timur Indonesia



Cymodocea serrulata
Local: Settu
English: Toothed seagrass



Enhalus acoroides
Local: Settu pita
English: Tropical eelgrass



Halophila decipiens
Local: Settu kelor
English: Veinless spoon-grass



Halophila minor
Local: Settu
English: Small spoon-grass


Halophila ovalis
Local: Settu kelor
English: Spoon-grass




Halodule pinifolia
Local: Settu kawat
English: Fiber-strand seagrass



Halophila spinulosa
Local: Settu pakis
English: Curled-base spoon-grass



Halodule uninervis
Local: Settu kawat
English: Fiber-strand seagrass



Syringodium isoetifolium
Local: Settu
English: Syringe grass



Thalassodendron ciliatum
Local: Settu kipas
English: Woody seagrass




Thalassia hemprichii
Local: Settu
English: Dugong grass

Pemutakhiran Terakhir (Selasa, 20 Juli 2010 13:08)
Sumber : Seagrass Indonesia, LIPI.