Selasa, 02 Juli 2013

Penyu Hijau (Chelonia mydas)


Penyu Hijau

Penyu Hijau  (Chelonia mydas) dalam bahasa Inggris disebut Green Turtle. Klasifikasi penyu Hijau :
Kingdom : Animalia.
Sub Kingdom : Metazoa
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Sub Class : Anapsida
Ordo : Testudinata
Sub Ordo : Cryptodira
Family : Chelonidae
Genus : Chelonia
Spesies : Chelonia mydas
Penyu Hijau sangat jarang ditemui di perairan beriklim sedang, tetapi sangat banyak tersebar di wilayah tropis dekat dengan pesisir benua dan sekitar kepulauan. Cangkangnya bulat telur bila dilihat dari atas dan kepalanya relatif kecil dan tumpul. Ukuran panjang adalah antara 80 hingga 150 cm dan beratnya dapat mencapai 132 kg. Dinamai penyu Hijau bukan karena sisiknya berwarna  hijau, tapi warna lemak yang terdapat di bawah sisiknya berwarna hijau. Tubuhnya bisa berwarna abu-abu, kehitam-hitaman atau kecoklat-coklatan. Daging jenis penyu inilah yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Di Indonesia banyak yang mengkonsumsi jenis penyu ini terutama di Bali. Mungkin karena orang memburu dagingnya maka penyu ini kadang-kadang pula disebut penyu daging. 
 
Usia untuk kematangan seksualnya tidaklah pasti: perkiraan saat ini sekitar 45 hingga 50 tahun. Penyu hijau betina bermigrasi dalam wilayah yang luas, antara kawasan mencari makan dan bertelur, tetapi cenderung untuk mengikuti garis pantai dibandingkan menyeberangi lautan terbuka.
Ketika penyu Hijau masih muda mereka makan berbagai jenis biota laut seperti cacing laut, udang remis, rumput laut juga alga. Ketika tubuhnya mencapai ukuran sekitar 20-30 cm, mereka berubah menjadi herbivora dan makanan utamanya adalah rumput laut.

Penyu




Gambar dari www.profauna.org
 Perdagangan ilegal telur penyu di Kalimantan. 

Penyu adalah termasuk binatang laut yang dilindungi. Penyu ditemukan di semua samudera di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman  Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu).
Penyu memiliki sepasang  tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. seumur hidupnya berkelana di dalam air, tetapi  sesekali waktu harus naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Penyu bernapas dengan paru-paru. 

Tukik yang baru menetas dari telurnya


Masa Bertelur
Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 - 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, penyu betina sesekali naik ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.
Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan predator  alaminya seperti kepiting, burung  dan tikus di pantai, serta ikan -ikan besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam.

Tukik sedang menuju ke laut.
Gambar dari : panduwisata.com


Perlindungan Penyu.
Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di  Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.
Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh  undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit.
Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu  hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cenderamata, dagingnya yang lezat dimasak jadi sate penyu berkhasiat untuk obat dan  ramuan kecantikan. Terutama di Tiongkok dan Bali. Meski sudah ada  Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pelestarian Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang melindungi semua jenis penyu, perburuan terhadap  penyu ini terus berlanjut. Untuk mencegah kepunahan penyu, terutama penyu belimbing, beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu.



Tukik dalam penangkaran.
gambar : kabarsore.com

Jenis Penyu.
Di bawah ini jenis penyu yang masih ada di dunia dan dilindungi :
  1. Penyu hijau (Chelonia mydas)
  2. Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)
  3. Penyu lekang kempii (Lepidochelys kempi)
  4. Penyu lekang (Lepidochelys olivachea)
  5. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)
  6. Penyu pipih (Natator depressus)
  7. Penyu tempayan (Caretta caretta)

Jumat, 28 Juni 2013

KRI Malahayati (362)



KRI Malahayati (362) merupakan kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas Fatahillah milik TNI-AL. Nama Malahayati diambil dari nama seorang laksamana wanita dari kerajaan Aceh. Untuk mengetahui sejarah perjuangan laksamana Malahayati silakan klik di Laksamana Malahayati di blog ini juga.
KRI Malahayati merupakan sebuah fregat yang dibuat oleh galangan kapal Wilton-Fijenoord, Schiedam, Belanda pada tahun 1980 khusus untuk TNI-AL.
Bertugas sebagai armada pemukul dengan kemampuan antikapal permukaan, anti kapal selam dan antipesawat udara.
Termasuk dalam kelas Fatahillah bersama KRI Malahayati antara lain  KRI Fatahillah (361), dan KRI Nala (363).

Data teknis
KRI Malahayati memiliki berat 1.450 ton. Dengan dimensi 83.85 meter x 11.1 meter x 3.3 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel jelajah bertenaga 8.000 bhp dengan kecepatan jelajah 21 knot dan 1 boost gas turbine dengan22.360 shp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 30 knot. Diawaki oleh maksimal 82 pelaut.

Persenjataan
KRI Malahayati dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
  1. 4  peluru kendali permukaan-ke-permukaan [Aerospatiale]] MM-38 Exocet dengan jangkauan maksimum 42 Km, berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 165 Kg.
  2. 1 meriam Bofors 120/62 berkaliber 120mm (4.7 inchi) dengan kecepatan tembakan 80 rpm, jangkauan 18.5 Km dengan sistem pemandu tembakan Signaal WM28. di haluan
  3. 1  meriam Bofors 40 mm. di buritan
  4. 2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM untuk target udara.
  5. 12  torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.
  6. Mortir anti kapal selam Bofors 375mm laras ganda.

Sensor dan elektronis
KRI Malahayati dilengkapi  radar Racal Decca ARPA BridgeMaster250 untuk surface search dan Signaal DA 05 untuk air and surface search. Radar pemandu tembakan Signaal WM 28. Sistem sonarnya menggunakan Signaal PHS 32 (Hull Mounted). Sistem pengecoh menggunakan 2 Knebworth Corvus 8-tubed launchers dan 1 T-Mk 6 torpedo decoy. Electronic Support Measures (ESM) dari tipe DR-3000 (Dalam proses pemasangan) menggantikan Susie yang telah uzur. Pemandu tembakan optronik dari jenis Liod Mk1.

Operasi
Pada tanggal 15-28 Agustus 2002 KRI Malahayati ikut serta dalam latihan Dalla-2002 di Laut Jawa. Dalam kesempatan ini KRI Malahayati menembakkan sebuah rudal Exocet