Selasa, 02 Juli 2013

Sail Komodo 2013


Menhitung hari. Itulah ungkapan yang pas untuk pelaksanaan Sail Komodo 2013. Tahun  2013 ini pemerintah menggelar sebuah event internasional  yaitu  Sail Komodo 2013. Penyelenggaraan Sail Komodo 2013 ini merupakan yang ke 5 ( lima ) kalinya sejak tahun 2009. Event kali ini mengangkat tema, "Sail komodo 2013: Jembatan Emas Menuju Nusa Tenggara Timur menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia."
Sail Komodo 2013 merupakan event internasional tahunan yang diikuti peserta dari berbagai negara. Selain Indonesia, negara lain yang akan terlibat adalah Malaysia, Australia, Belanda, Thailand, Philipina, Amerika Serikat, Portugis, Jepang, dan Cina.
Sail Komodo 2013 diselenggarakan dengan tujuan antara lain : untuk  menambah lokasi dan kegiatan sebagai tujuan wisata nasional dan internasional, serta untuk mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari.
Dalam pelaksanaan Sail Komodo 2013 ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan utama Sail Komodo kali ini mencakup antara lain Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-68 di salah satu pulau terluar, Bhakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan, Bhakti Kesejahteraan Rakyat Nusantara, Badan Usaha Milik Negara Peduli Komodo, Kegiatan Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari/Kapal Pemuda Nusantara.
Sail Komodo 2013 juga akan dimeriahkan Reli Kapal Layar atau Yacht Rally, Ekspedisi Kapal Riset Internasional dan Ekspedisi Ilmiah Pulau Terluar, Seminar Nasional dan Intenasional, Potensi Pariwisata, Budaya dan Alam, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Olahraga Bahari, Pameran Potensi Derah, dan Festival Derawan 2013.

Para peserta dibagi dalam dua jalur, yakni jalur utara dan selatan. Jalur utara meliputi Kupang - Wini di Timor Tengah Utara - Atapupu di Kabupaten Belu menuju Kalabahi, Kabupaten Alor, kemudian Lewoleba - Lembata, Larantuka di Flores Timur, lalu ke Maumere di Kabupaten Sikka, dan berakhir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Sedangkan rute jalur selatan melintasi Ba'a di Kabupaten Rote Ndao, lalu menuju Sabu Raijua, kemudian ke Sumba, dan berakhir di Labuan Bajo.
Acara ini akan dibuka oleh Wakil Presiden RI  Boediono dan pada acara puncaknya nanti akan dihadiri presiden RI Susilo Bambang Yudoyono.

Penyu Hijau (Chelonia mydas)


Penyu Hijau

Penyu Hijau  (Chelonia mydas) dalam bahasa Inggris disebut Green Turtle. Klasifikasi penyu Hijau :
Kingdom : Animalia.
Sub Kingdom : Metazoa
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Sub Class : Anapsida
Ordo : Testudinata
Sub Ordo : Cryptodira
Family : Chelonidae
Genus : Chelonia
Spesies : Chelonia mydas
Penyu Hijau sangat jarang ditemui di perairan beriklim sedang, tetapi sangat banyak tersebar di wilayah tropis dekat dengan pesisir benua dan sekitar kepulauan. Cangkangnya bulat telur bila dilihat dari atas dan kepalanya relatif kecil dan tumpul. Ukuran panjang adalah antara 80 hingga 150 cm dan beratnya dapat mencapai 132 kg. Dinamai penyu Hijau bukan karena sisiknya berwarna  hijau, tapi warna lemak yang terdapat di bawah sisiknya berwarna hijau. Tubuhnya bisa berwarna abu-abu, kehitam-hitaman atau kecoklat-coklatan. Daging jenis penyu inilah yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Di Indonesia banyak yang mengkonsumsi jenis penyu ini terutama di Bali. Mungkin karena orang memburu dagingnya maka penyu ini kadang-kadang pula disebut penyu daging. 
 
Usia untuk kematangan seksualnya tidaklah pasti: perkiraan saat ini sekitar 45 hingga 50 tahun. Penyu hijau betina bermigrasi dalam wilayah yang luas, antara kawasan mencari makan dan bertelur, tetapi cenderung untuk mengikuti garis pantai dibandingkan menyeberangi lautan terbuka.
Ketika penyu Hijau masih muda mereka makan berbagai jenis biota laut seperti cacing laut, udang remis, rumput laut juga alga. Ketika tubuhnya mencapai ukuran sekitar 20-30 cm, mereka berubah menjadi herbivora dan makanan utamanya adalah rumput laut.

Penyu




Gambar dari www.profauna.org
 Perdagangan ilegal telur penyu di Kalimantan. 

Penyu adalah termasuk binatang laut yang dilindungi. Penyu ditemukan di semua samudera di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman  Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu).
Penyu memiliki sepasang  tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. seumur hidupnya berkelana di dalam air, tetapi  sesekali waktu harus naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Penyu bernapas dengan paru-paru. 

Tukik yang baru menetas dari telurnya


Masa Bertelur
Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 - 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, penyu betina sesekali naik ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.
Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan predator  alaminya seperti kepiting, burung  dan tikus di pantai, serta ikan -ikan besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam.

Tukik sedang menuju ke laut.
Gambar dari : panduwisata.com


Perlindungan Penyu.
Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di  Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.
Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh  undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit.
Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu  hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cenderamata, dagingnya yang lezat dimasak jadi sate penyu berkhasiat untuk obat dan  ramuan kecantikan. Terutama di Tiongkok dan Bali. Meski sudah ada  Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pelestarian Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang melindungi semua jenis penyu, perburuan terhadap  penyu ini terus berlanjut. Untuk mencegah kepunahan penyu, terutama penyu belimbing, beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu.



Tukik dalam penangkaran.
gambar : kabarsore.com

Jenis Penyu.
Di bawah ini jenis penyu yang masih ada di dunia dan dilindungi :
  1. Penyu hijau (Chelonia mydas)
  2. Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)
  3. Penyu lekang kempii (Lepidochelys kempi)
  4. Penyu lekang (Lepidochelys olivachea)
  5. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)
  6. Penyu pipih (Natator depressus)
  7. Penyu tempayan (Caretta caretta)