Kamis, 28 April 2011

KRI CLURIT - 641


KRI Clurit-641, merupakan kapal buatan dalam negeri yang dibuat oleh Galangan Kapal PT.Palindo Marine Industry, Tanjunguncang.. KRI Clurit-641 ini,merupakan kapal perang jenis Kapal cepat rudal (KCR-40), dengan jarak tembak rudalnya mencapai 80 km.
KRI Clurit-641 KCR-40 merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pedadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul serta mampu menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat
Kapal KRI Clurit-641 berukuran panjang 43 meter, lebar 7,40 meter, berat 250 ton, kecepatan 27 knot, memiliki daya tembak atau hancur yang besar karena dilengkapi persenjaan rudal C-750.
KRI Clurit-641 mempunyai sistem persenjataan canggih berupa sensor weapon control (Sewaco), meriam caliber 30 mm, 6 laras sebagai close in weapon system (CIWS) serta meriam anjungan 2 unit caliber 20 mm.KRI Clurit-641 KCR-40 ini mampu menampung bahan bakar sampai 50 ton, air tawar 15 ton, 35 orang ABK dan 13 personel pasukan khusus.Kapal ini juga memiliki peralatan navigasi yang akurat, sehingga memberikan keyakinan keamanan bernavigasi,"
KRI Clurit-641 KCR-40 juga sudah dilengkapi peralatan komunikasi yang mampu digunakan untuk melaksanakan komunikasi antar kapal permukaan dan pesawat udara dalam satu sistem.

Kamis, 24 Maret 2011

MENGUNJUNGI KAPAL USS GERMANTOWN

Gambar-gambar ketika penulis diberi kesempatan untuk mengunjungi kapal perang Amerika Serikat USS Germantown (LSD-42)ketika berlabuh di dermaga Jamrud pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.




Selasa, 22 Maret 2011

KRI Banda Aceh dari PAL Perkuat TNI AL



Rabu, 23 Maret 2011
Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, meresmikan KRI Banda Aceh-593 masuk jajaran kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Laut (AL).
KRI Banda Aceh-593, merupakan kapal keempat jenis LPD yang dipesan dari Korea Selatan, namun pembuatannya dilaksanakan di Indonesia, yaitu di PT PAL Surabaya, dikerjakan langsung oleh putra-putri Indonesia dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan dari DSS.
Sebelumnya, TNI AL telah memiliki kapal sejenis ini yakni KRI Makassar-590, KRI Surabaya-591 dibuat di pabrik Korea Selatan, di Daewoo International Corporation KRI Banda Aceh-593 memiliki panjang 125 meter, lebar 22.044 meter, berat 7.286 ton. Kapal ini memiliki kecepatan meksimum 15 knot, serta kemampuan angkut 344 personel, 5 helikopter jenis Mi-2/Bel 412 (2 di hangar dengan baling-baling terlipat dan 3 unit di helideck), 2 unit LCVP, 3 unit howitzer dan 21 tank. Kapal ini juga dipersenjatai dengani unit kaliber 57 mm dan 2 unit kaliber 40 mm.

Kapal LPD 125 meter ini didesain untuk memenuhi tugas operasi TNI-AL, diantaranya untuk Landing Craft Carrier (Landing Craft Unit 23 m, untuk pendaratan pasukan, operasi ampibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, dan tactical vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personil termasuk troop carrier 354 troop, crew, guest, dan officer), operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta dapat mengangkut 5 unit helicopter jenis MI-2 atau BELL 412, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus menerus.

Sumber : Suara Karya